5 Kesalahan UMKM dalam Memilih Ukuran Standing Pouch

5 Kesalahan UMKM dalam Memilih Ukuran Standing Pouch

Banyak pelaku UMKM fokus pada desain kemasan agar terlihat menarik. Namun sering kali ada satu hal penting yang justru terlewat, yaitu memilih ukuran standing pouch yang tepat. Ukuran kemasan bukan hanya soal apakah produk muat atau tidak. Kesalahan dalam menentukan ukuran dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kemasan terlihat kosong, produk menggelembung, bahkan sulit disegel.

Jika tidak diperhatikan dengan baik, kesalahan ini bisa meningkatkan biaya produksi dan menurunkan citra brand di mata konsumen. Agar bisnis Anda tidak mengalami hal tersebut, berikut beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan UMKM saat memilih ukuran standing pouch.

1. Hanya Menghitung Berat Tanpa Mengukur Volume

Kesalahan paling umum adalah menentukan ukuran kemasan hanya berdasarkan berat produk.

Padahal berat tidak selalu mencerminkan volume produk. Misalnya:

  • 100 gram kopi bubuk memiliki volume yang berbeda dengan
  • 100 gram keripik atau snack

Produk seperti keripik memiliki banyak ruang udara sehingga membutuhkan kemasan yang lebih besar dibanding produk bubuk.

Karena itu, penting untuk memperhitungkan volume produk, bukan hanya beratnya.

2. Tidak Memberi Ruang untuk Headspace

Headspace adalah ruang kosong di bagian atas kemasan.

Banyak pelaku usaha memilih ukuran kemasan yang terlalu pas sehingga tidak ada ruang tersisa di bagian atas. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:

  • Kemasan sulit disegel
  • Produk mudah tertekan
  • Tampilan kemasan kurang rapi

Headspace juga penting untuk beberapa jenis produk yang membutuhkan ruang udara, terutama produk snack.

Biasanya ruang kosong sekitar 20–30% dari tinggi kemasan sudah cukup untuk membantu proses sealing dan menjaga bentuk kemasan tetap baik.

3. Memilih Ukuran Terlalu Kecil

Beberapa pelaku usaha memilih ukuran kemasan yang terlalu kecil untuk menghemat biaya.

Namun keputusan ini justru dapat menimbulkan beberapa masalah seperti:

  • Produk sulit dimasukkan ke dalam kemasan
  • Kemasan terlihat menggembung
  • Risiko seal tidak sempurna
  • Kemasan mudah rusak saat distribusi

Selain itu, kemasan yang terlalu penuh juga dapat mengurangi kesan profesional pada produk.

Kemasan yang baik seharusnya memberikan ruang yang cukup agar produk terlihat rapi dan menarik.

4. Tidak Melakukan Trial Sample Sebelum Produksi Massal

Kesalahan berikutnya adalah langsung memesan kemasan dalam jumlah besar tanpa melakukan uji coba terlebih dahulu.

Padahal ukuran kemasan yang terlihat cocok di atas kertas belum tentu sesuai saat digunakan.

Melakukan trial sample sangat penting untuk memastikan:

  • Produk benar-benar muat dengan baik
  • Kemasan mudah disegel
  • Tampilan produk terlihat proporsional

Dengan melakukan uji coba terlebih dahulu, Anda dapat menghindari kesalahan produksi yang bisa merugikan bisnis.

5. Tidak Mempertimbangkan Jenis Produk

Setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan ukuran kemasan yang berbeda pula.

Contohnya:

  • Produk bubuk seperti kopi atau bumbu biasanya membutuhkan kemasan lebih kecil
  • Produk ringan seperti keripik membutuhkan kemasan lebih besar
  • Produk berat membutuhkan kemasan yang lebih kuat dan stabil

Karena itu, penting untuk memahami karakter produk sebelum menentukan ukuran standing pouch yang akan digunakan.

 

Dampak Salah Memilih Ukuran Standing Pouch

Kesalahan dalam memilih ukuran kemasan dapat memberikan dampak yang cukup besar bagi bisnis.

Beberapa dampak yang sering terjadi antara lain:

  • Produk terlihat kurang menarik di rak toko
  • Kemasan sulit ditutup atau disegel
  • Risiko kerusakan produk saat pengiriman
  • Biaya produksi meningkat karena kemasan tidak terpakai
  • Citra brand menjadi kurang profesional

Padahal kemasan merupakan salah satu elemen penting dalam pemasaran produk.

Kemasan yang tepat tidak hanya melindungi produk, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen.

Cara Aman Menentukan Ukuran Standing Pouch

Agar tidak salah memilih ukuran kemasan, berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan.

1. Hitung Berat dan Volume Produk

Pastikan Anda mengetahui berat serta volume produk agar ukuran kemasan bisa disesuaikan dengan lebih akurat.

2. Sisakan Ruang Headspace

Berikan ruang kosong yang cukup agar kemasan mudah disegel dan tampilan produk tetap rapi.

3. Gunakan Sampel Kemasan

Sebelum memesan dalam jumlah besar, gunakan sampel kemasan untuk melakukan uji coba.

4. Konsultasi dengan Supplier Kemasan

Supplier kemasan yang berpengalaman biasanya dapat membantu menentukan ukuran yang paling sesuai untuk produk Anda.

Kesimpulan

Memilih ukuran standing pouch tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kesalahan kecil dalam menentukan ukuran bisa menyebabkan berbagai masalah mulai dari kemasan sulit disegel hingga tampilan produk yang kurang menarik.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan UMKM antara lain hanya menghitung berat tanpa memperhatikan volume, tidak memberi ruang headspace, memilih ukuran terlalu kecil, tidak melakukan trial sample, serta tidak mempertimbangkan karakter produk.

Dengan memahami hal-hal tersebut, Anda dapat memilih ukuran kemasan yang tepat dan meningkatkan kualitas produk di mata konsumen.

Ingin Standing Pouch Food Grade yang Tepat untuk Produk Anda?

Jika Anda masih bingung menentukan ukuran standing pouch yang sesuai, Jagonya Kemasan siap membantu.

Di Jagonya Kemasan Anda bisa mendapatkan:

✔ Standing pouch food grade berkualitas
✔ Konsultasi gratis menentukan ukuran kemasan
✔ Cetak desain custom full print
✔ Minimal order ramah untuk UMKM

Hubungi Jagonya Kemasan sekarang untuk mendapatkan solusi kemasan terbaik bagi bisnis Anda 

 

RUJUKAN CETAK KEMASAN STANDING POUCH DI INDONESIA

Jagonya Kemasan adalah perusahaan jasa cetak kemasan Standing Pouch Full Printing  di Indonesia

Senin – Sabtu: PKL 08:00 – 22.00

Head Office

PT MAHAKARYA KEMASAN DIGITAL

Kras Kab. Kediri  64172 JATIM INDONESIA

Copyright © 2023 Jagonya Kemasan PT MAHAKARYA KEMASAN DIGITAL