Cara Menentukan Ukuran Sachet Berdasarkan Takaran Produk

Cara Menentukan Ukuran Sachet Berdasarkan Takaran Produk

Menentukan ukuran sachet yang tepat merupakan langkah penting dalam proses pembuatan kemasan produk. Ukuran yang terlalu kecil bisa membuat produk sulit masuk atau tidak sesuai takaran, sementara ukuran yang terlalu besar dapat membuat kemasan terlihat kosong dan kurang menarik. Bagi pelaku usaha makanan, minuman, bumbu, hingga produk bubuk, memahami cara menentukan ukuran sachet berdasarkan takaran produk akan membantu proses produksi menjadi lebih efisien serta meningkatkan kualitas kemasan.

Sebagai produsen kemasan seperti Jagonya Kemasan, proses penentuan ukuran sachet biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan berat produk, volume, dan dimensi kemasan agar hasil cetak dan pengisian produk berjalan optimal.

Pahami Dulu: Berat vs Volume pada Kemasan

Sebelum menentukan ukuran sachet, penting untuk memahami perbedaan antara berat (gram) dan volume (ml).

  • Berat (gram) digunakan untuk produk padat seperti bubuk kopi, gula, bumbu, atau snack.
  • Volume (ml) digunakan untuk produk cair seperti saus, minyak, atau minuman.

Namun pada praktiknya, dua produk dengan berat yang sama bisa memiliki volume berbeda. Contohnya:

  • 20 gram gula bisa memiliki volume lebih kecil
  • 20 gram keripik bisa membutuhkan ruang lebih besar

Hal ini terjadi karena setiap produk memiliki massa jenis (density) yang berbeda. Oleh karena itu, menentukan ukuran sachet tidak bisa hanya melihat angka gram saja, tetapi juga harus mempertimbangkan ruang yang dibutuhkan produk di dalam kemasan.

Cara Menentukan Ukuran Sachet Berdasarkan Takaran Produk

Berikut langkah-langkah yang biasanya digunakan dalam industri kemasan untuk menentukan ukuran sachet secara akurat.

1.Tentukan Berat atau Volume Isi Produk

Langkah pertama adalah menentukan takaran produk per sachet. Takaran ini biasanya sudah ditentukan dari sisi strategi penjualan atau standar konsumsi. Contoh:

  • Sambal sachet: 10 gram
  • Kopi bubuk: 20 gram
  • Bumbu instan: 15 gram

2.Hitung Volume Aktual Produk

Setelah mengetahui berat produk, langkah berikutnya adalah mengetahui volume sebenarnya dari produk tersebut. Caranya bisa dengan:

  1. Menimbang produk sesuai takaran.
  2. Memasukkan produk ke dalam gelas ukur atau wadah transparan.
  3. Mengukur volume ruang yang dibutuhkan.

Contoh:

  • 20 gram kopi bubuk mungkin membutuhkan ruang sekitar 35–40 ml.
  • 20 gram gula mungkin hanya membutuhkan 25 ml.

3.Tentukan Dimensi Fisik Sachet

Setelah mengetahui volume produk, langkah selanjutnya adalah menentukan dimensi kemasan sachet. Umumnya dimensi sachet dihitung dari:

  • Lebar kemasan
  • Tinggi kemasan
  • Ruang headspace

Namun ukuran ini bisa berubah tergantung jenis produk. Produk seperti keripik atau snack ringan biasanya membutuhkan ukuran lebih besar karena volumenya besar tetapi beratnya ringan. Contoh ukuran sachet yang sering digunakan:

Berat Produk Ukuran Sachet
5–10 gram 5 x 8 cm
10–20 gram 6 x 10 cm
20–30 gram 7 x 12 cm

4.Tambahkan Ruang Headspace

Headspace adalah ruang kosong di bagian atas kemasan. Ruang ini penting karena:

  • Mempermudah proses sealing
  • Menghindari kemasan terlalu penuh
  • Memberikan ruang udara agar kemasan tidak mudah pecah

Biasanya headspace ditambahkan sekitar 10% – 20% dari volume produk.

Contoh:

Jika volume produk membutuhkan 40 ml, maka ukuran sachet sebaiknya memiliki ruang sekitar 45–50 ml.

5.Lakukan Dummy Test (Sangat Disarankan)

Setelah menentukan ukuran perkiraan, langkah penting berikutnya adalah melakukan dummy test. Dummy test adalah percobaan memasukkan produk ke dalam contoh kemasan sebelum produksi massal. Tujuan dummy test:

  • Memastikan produk benar-benar muat
  • Melihat tampilan kemasan saat terisi
  • Mengecek apakah kemasan terlalu kosong atau terlalu penuh

Langkah ini sangat penting agar tidak terjadi kesalahan produksi dalam jumlah besar.

Tabel Perkiraan Ukuran Sachet Berdasarkan Isi

Berikut gambaran umum ukuran sachet berdasarkan berat produk.

Isi Produk Ukuran Sachet Umum
5 gram 4 x 7 cm
10 gram 5 x 8 cm
15 gram 6 x 9 cm
20 gram 6 x 10 cm
25 gram 7 x 11 cm
30 gram 7 x 12 cm

Catatan: Ukuran di atas merupakan perkiraan awal. Jenis produk sangat mempengaruhi kebutuhan ruang dalam kemasan sachet.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Dalam menentukan ukuran sachet, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi, terutama bagi pelaku usaha yang baru membuat kemasan. Beberapa di antaranya:

  1. Hanya menghitung berat tanpa melihat volume produk
    Akibatnya produk tidak muat di dalam kemasan.
  2. Tidak menambahkan headspace
    Kemasan menjadi terlalu penuh dan sulit disegel.
  3. Tidak melakukan uji coba kemasan
    Ukuran yang sudah dicetak ternyata tidak sesuai saat produksi.
  4. Tidak mempertimbangkan metode pengisian mesin
    Beberapa mesin packaging membutuhkan ukuran tertentu agar proses filling berjalan lancar.

Tips Profesional Agar Lebih Akurat

Dengan perhitungan yang tepat, kemasan sachet akan terlihat lebih rapi, proporsional, dan profesional. Agar penentuan ukuran sachet lebih tepat, berikut beberapa tips yang biasa digunakan oleh produsen kemasan profesional:

  • Selalu lakukan uji coba produk sebelum cetak massal
  • Gunakan sampel kemasan terlebih dahulu
  • Konsultasikan ukuran dengan produsen kemasan
  • Perhitungkan ruang sealing dan lipatan kemasan
  • Pastikan ukuran sesuai dengan mesin pengisian produk

Butuh Bantuan Menentukan Ukuran Kemasan?

Jika masih bingung menentukan ukuran sachet yang paling sesuai untuk produk Anda, tim dari Jagonya Kemasan siap membantu mulai dari perhitungan ukuran, pembuatan desain, hingga produksi kemasan full printing. Dengan ukuran kemasan yang tepat, produk tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga lebih efisien dalam proses produksi dan distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *